Tanah Liat Jadi Baju
![]() |
| from my personal design |
Aku tengah duduk di sofa ruang tamu sore itu. Sebuah novel klasik abad pertengahan karya Jane Austen memenuhi imajinasiku. Tatkala semuanya buyar saat seseorang datang dengan hebohnya, mengetuk pun tidak apalagi mengucap salam, memasuki rumah.
"Kak Oci!" ,panggilnya sembari berjalan ke arahku mempertontonkan gigi ginsulnya sumringah.
"Kenapa kamu?" ,aku memelototinya.
"Tumben- tumbenan kegirangan begitu?", tanyaku tak acuh lalu kembali menatap buku.
"Ya iyya dong, aku senang, riang, gembira!, balasnya.
"Ini kak. liatkan. aku habis belanja dong, jadi ya senanglah!", menenteng tinggi tas belanjaannya pas di depanku.
"Aku beli satu buat Kak Oci juga kok. Tenang aja!", Ia berdiri kemudian berlalu memasuki kamar.
Membaca 2 bab bagian novel klasik, akhirnya mataku menyerah juga sore itu. Aku beranjak dari kursi ruang tamu menuju kamar, ketika tiba- tiba aku teringat belum membeli bahan untuk tugas patung yang akan dipakai esok di kampus.
"Oh God! Mampus deh aku!Belum beli plastisin, tanah liat mana jauh lagi tempat belinya", mulutku berkomat- kamit gelisah sambil mencari tabungan yang sengaja aku simpan untuk membeli bahan patung tugas kuliah.
Tak lama mencari, akhirnya aku temukan juga tabungan itu. Tapi sungguh malang, rupiahnya entah kabur kemana.
"LIAAAAAAAAAAAAAAAA!", teriakku bagai mengalahkan nada tinggi Agnez Mo.
"Awas aja kamu yah!", gumamku dalam hati yang sesak meski sekelilingku kaya akan O2.
Hatiku ambyar. Tugas patungku berubah jadi baju.


Komentar
Posting Komentar